Pengaruh Kecerdasan Terhadap Keberhasilan
Diposting oleh
@ Rusma_Site
, Rabu, 03 Juni 2009 at 00.44, in
Label:foto
Tarbiyah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Kecerdasan merupakan salah satu anugerah besar dari Allah kepada manusia dan menjadikannya sebagai salah satu kelebihan manusia dibandingkan dengan makhluk lainnya. Dengan kecerdasanya, manusia dapat terus-menerus mempertahankan dan meningkatkan kualitas hidupnya yang semakin kompleks, melalui proses berfikir dan belajar secara terus-menerus. Dalam hal ini, sudah sepantasnya manusia bersyukur, karena berkat kecerdasan yang dimiliki manusia hingga saat ini ternyata masih dapat mempertahankan kelangsungan dan peradaban hidupnya. Hingga saat ini para ahli pun tampaknya masih mengalami kesulitan untuk mencari rumusan yang komprehensif tentang kecerdasan. Dalam hal ini, CP. Chaplin (1975) menyatakan kecerdasan sebagai kemampuan menghadapi dan menyesuaikan diri terhadap situasi baru secara cepat dan efektif. Sementara itu, Anita E. Woolfolk (1975) mengemukakan bahwa menurut teori lama, kecerdasan meliputi 3 pengertian, yaitu : (1). Kemampuan untik belajar,(2). Keseluruhan pengetahuan yang diperoleh, dan (3). Kemampuan utuk beradabtasi dengan situasi baru atau lingkungan pada umumnya. Semula kajian tentang kecerdasan hanya sebatas kemampuan individu yang bertautan dengan aspek kognitif atau biasa disebut kecerdasan intelektual yag bersifat tunggal, sebagaimana yang dikemukakan oleh Charles Spearman (1904) dengan teori “Two Factor”-nya (mengurutkan kemampuan dari tingkat idiot sampai genius). Kemudian, Daniel Goleman (1999) salah seorang yang mempoulerkan jenis kecerdasan manusia lainnya yang dianggap sebagai factor penting yang dapat mempengaruhi terhadap prestasi seseorang, yakni kecerdasan emosional (kemampuan mengenali perasaan). Ada lagi temuan ilmiah yang digagas oleh Danah Zohar dan Ian Marshall, dan riset yag dilakukan oleh Michael Persinger pada tahun 1990an menemukan adanya God Spot dalam otak manusia yang merupakan pusat spiritual yang terletak di antara syaraf dan otak. Pada god spot inilah lahir konsep kecerdasan spiritual(penghayatan agar hidup lebih bermakna). Namun pada zaman sekarang ini banyak kesuksesan yang malah diraih oleh orang-orang yang taraf pendidikannya lebih rendah, atau bahkan sangat rendah. Lalu yang menjadi pertanyaan kita; Dimana tangga keberhasilan itu ? Dan apa sebenarnya kecerdasan itu sehingga IPK yang tinggi tidak bisa jadi modal besar untuk meraih kesuksesan ? Darimaka itu kita harus lebih memahami tentang kecerdasan yang bagaimana dan pengaruh kecerdasan tersebut terhadap kesuksesan. 1.2.Rumusan Masalah 1) Apa yang dimaksud dengan kecerdasan ? 2) Apa saja bentuk-bentuk kecerdasan ? 3) Faktor apa saja yang mempengaruhi kecerdasan ? 4) Apa hubungan kecerdasan dengan kesuksesan ? 5) Bentuk kecerdasan yang bagaimana yang mempengaruhi kecerdasan ? 6) Bagaimana cara mengetahui potensi kecerdasan ? 7) Bagaimana cara mengoptimalkan kecerdasan agar berbuah kesuksesan? BAB 2 PEMBAHASAN 2.1. Pengertian Kecerdasan Kecerdasan ialah istilah umum yang digunakan untuk menjelaskan sifat pikiran yang mencakup sejumlah kemampuan, seperti kemampuan menalar, merencanakan, memecahkan masalah, berpikir abstrak, memahami gagasan, menggunakan bahasa, dan belajar. Kecerdasan erat kaitannya dengan kemampuan kognitip yang dimiliki oleh individu. Terdapat beberapa cara untuk endefinisikan kecerdasan. Dalam beberapa kasus, kecerdasan bisa termasuk kreativitas, kepribadian, watak, pengetahuan, atau kebijaksanaan. Namun, beberapa psikolog tak memasukkan hal-hal tadi dalam kerangka definisi kecerdasan. Kecerdasan biasanya erujuk pada kemampuan atau kapasitas mental dalam berpikir, namun belum terdapat definisi yang memuaskan mengenai kecerdasan. Kecerdasan secara umum dipahami pada dua tingkat yakni : 1) Kecerdasan sebagai suatu kemampuan untuk memahami informasi yang yang membentuk pengetahuan dan kesadaran. 2) Kecerdasan sebagai keampuan untuk memproses informasi sehingga masalah-masalah yang kita hadapi dapat dipecahkan dan dengan demikian pengetahuan pun bertambah. Jadi mudah dipahami bahwa kecerdasan adalah pemandu bagi kita untuk mencapai sasaran-sasaran kita secara efektif dan efisien. Dengan kata lain, orang yang lebih cerdas, akan mampu memilih strategi pencapaian strategi yang lebih baik dari orang yang kurang cerdas. Artinya orang yang cerdas mestinya lebih sukses dari orang yanga kurang cerdas. Yang sering membingungkan ialah kenyataan adanya orang yang kelihatan tidak cerdas (sedikitnya di sekolah) kemudian tampil sukses, bahkan lebih sukses dari rekan-rekannya yang lebih cerdas, dan sebaliknya. 2.2. Bentuk-bentuk Kecerdasan Kalangan ilmuan menemukan 3 bentuk kecerdasan dalam diri manusia, yaitu: 1) Kecerdasan Intelektial (Intellegence Quotient) Yaitu kecerdasan yang diperoleh melalui kreatifitas akal yang berpusat di otak bagian cortex (kulit otak). Kecerdasan ini adalah sebuah kecerdasan yang memberikan kita kemampuan untuk berhitung, bernalogi, berimajinasi, dan memiliki daya kreasi serta inovasi. Atau lebih tepatnya diungkapkan oleh para psikilogi dengan “What I Think”. Kecerdasan intelektual ini identik dengan prestasi secara akademik, kemampuan berfikir kritis dan analitis, dan diasosiasikan dengan otak kiri. 2) Kecerdasan Emosional (Emosional Quotient) Yaitu kecerdasan yang diperoleh melalui kreatifitas emosional yang berpusat di dalam jiwa, oleh karena itu EQ lebih tepat diukur dengan feeling. perasaan dan emosi (Otak kanan). Kecerdasan emosional digambarkan sebagai kemampuan untuk memahami suatu kondisi perasaan seseorang, bisa terhadap diri sendiri maupun terhadap orang lain, baik berupa empati, motivasi, dan iba dengan lingkungan sekitar. Kecerdasan emosi ini juga bisa dikatakan sebagai kemampuan mengerti dan mengendalikan emosi. 3) Kecerdasan Spiritual (Spiritual Quotient) Yaitu kecerdasan yang diperoleh melalui kreatifitas rohani yang mengambil focus di sekitar wilayah roh. Dikatakan pula bahwa kecerdasan spiritual merupakan kecerdasan yang berguna untuk menghadapi persoalan, makna untuk menempatkan perilaku dan hidup kita dalam konteks makna. Kecerdasan ini terletak dalam suatu titik yang disebut dengan go spot (fitrah). Kecerdasan spiritual juga dapat diartikan sebagai kemampuan seseorang untuk dapat mengenal dan memahami diri seseorang sepenuhnya sebagai makhluk spiritual maupun sebagai bagian dari alam semesta. Dengan memiliki kecerdasan spirituan berarti bisa memahami sepenuhnya makna dan hakikat kehidupan yang kita jalani dan kemanakah kita akan pergi (tujuan hidup). 2.3. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kecerdasan Terdapat beberapa factor yang mepengaruhi kecerdasan, yaitu : 1) Biologis 2) Lingkungan 3) Budaya 4) Bahasa 5) Masalah etika 2.4. Kecerdasan dan Kesuksesan Kecerdasan memang bukan satu-satunya elemen kesuksesan. Walaupun dewasa ini banyak orang tua yang seringkali menekankan agar anaknya berprestasi secara akademik di sekolah dan menjadi juara dengan harapan ketika dewasa mereka bisa memasuki perguruan tinggi yang berprestasi karena memiliki kepercayaan bahwa sukses di sekolah adalah kunci utama untuk sukses di kehidupan yang akan datang. Namun pada kenyataannya, kita tidak bisa mengingkari bahwa sangat sedikit orang-orang yang sukses di dunia ini yang menjadi juara di masa sekolah. Seperti Bill Gates (Pemilik Microsoft), Tiger Wood (Pemain golf) misalnya, dia adalah beberapa dari ribuan orang yang dianggap tidak berhasil di sekolah tetapi menjadi orang yang sangat berhasil di bidangnya. Dale Carnegie (1889-1955), bahkan tidak menyebutkan kecerdasan secara eksplisit (dalam pengertian umum) sebagai elemen keberhasilan. Beliau mengatakan bahwa untuk berhasil dibutuhkan 10 (sepuluh kualitas) yaitu : 1) Rasa percaya diri yang berlandaskan konsep diri yang sehat, 2) Keterampilan berkomunikasi yang baik, 3) Keterampilan antar manusia yang baik, 4) Kemampuan memimpin diri sendiri dan orang lain, 5) Sikap positif terhadap orang, kerja, dan diri sendiri, 6) Keterampilan menjual ide dan gagasan, 7) Kemampuan mengingat yang baik, 8) Kemampuan mengatasi masalah, stres, dan kekhawatiran, 9) Antusiasme yang menyala-nyala, dan 10) Wawasan hidup yang luas. Jadi jelaslah bahwa kecerdasan, yang biasanya diukur dengan skala IQ, memang bukan elemen tunggal atau tiket menuju sukses. 2.5. Kecerdasan yang Mempengaruhi Kesuksesan Zaman sekarang hampir semua orang menganggap bahwa prestasi akademik atau gambaran dari IQ adalah simbol kesuksesan seorang anak dan diyakini sebagai signal kesuksesan di masa yang akan datang. Apalagi jika diketahui IQnya tinggi, maka orang-orang akan berfikir bahwa anak tersebut bisa meraih masa depan yang cerah dalam hidupnya. Bahkan system pendidikan di Negara kita ini pun masih memandang bahwa IQ adalah modal dasar siswa atau mahasiswa untuk meraih kesuksesan. Padahal ada satu kecerdasan yang lebih berpengaruh dalam kesuksesan seseorang, yaitu EQ. Daniel Goleman dalam bukunya Emotional Intelligence (1994) menyatakan bahwa “kotribusi IQ bagi kesuksesan seseorang hanya sekitar 20% dan sisanya 80 % ditentukan oleh serumpun factor-faktor yang disebut Kecerdasan Emosional”. Dari nama tehnis itu ada yang berpendapat bahwa kalau IQ mengangkat fungsi pikiran, EQ mengagkat fungsi perasaan Orang yang ber-EQ tinggi akan berupaya menciptakan keseimbangan dalam dirinya; bisa mengusahakan kebahagiaan dari dalam dirinya sendiri dan bisa mengubah sesuatu yang buruk menjadi sesuatu yang positif dan bermanfaat. Jadi gunanya kecerdasan emosional yaitu pandai dalam membaca perasaan orang lain, dan jelaslah bahwa IQ saja tidak cukup untuk mengantarkan kita ke sebuah kesuksesan, kecuali kita mempuyai EQ yang baik pula. Namun dengan memiliki IQ dan EQ yang tinggi itu pun belum cukup untuk meraih kesuksesan, kecuali dilengkapi dengan SQ agar hidup kita lebih bahagia dan sejahtera. Karena bagaimanapun cakapnya IQ dan EQ seseorang tidak akan sejahtera hidupnya tanpa diikuti dengan SQ yang cakap pula, paling tidak kebahagian dan kesejahteraan hatinya tidak akan pernah bisa tercapai jika akhlak dan moralnya bobrok. IQ digambarkan sebagai “What I think?”, EQ “What I Feel”, dan SQ adalah kemampuan menjawab “Who I am”,. Siapa saya? Dan untuk apa saya diciptakan. Tuhan Maha Adil, sebenarnya kita memiliki semua kecerdasan ini tetapi tidak pernah kita asah bahkan kita munculkan. Untuk menjadi seorag pribadi yang sukses kita harus mampu menggabungkan dan mensinergikan IQ, EQ, dan SQ. Ilmu tanpa hati adalah buta, sedangkan ilmu tanpa hati dan jiwa adalah hampa. Ilmu, hati, dan jiwa yang bersinergi itulah yang memberikan makna. 2.6. Potensi Kecerdasan Setiap manusia dianugerahi potensi kecerdasan oleh Allah, tinggal bagaimana caranya agar potensi tersebut berkembang menjadi mengerti dan faham, kemudian bermanfaat bagi kehidupan pada waktu sekarang maupun waktu yang akan datang. Ia (Allah) memberi hikmah kepada siapa yang Ia berkenan. Dan barang siapa yang diberi-Nya hikmah, kepadanya telah diberikan kebaikan melimpah. Namun tiada yang mengambil peringatan, kecuali orang yang punya pikiran.(Q.S. 2 Surat Al baqarah ayat 269) Jadi untuk mengembangkan potensi kecerdasan agar berbuah keberhasilan adalah dengan melakukan usaha pembelajaran atau pelatihan, pembiasaan, dan penjiwaan kartakter yang baik dan tidak bertentangan dengan peraturan-peraturan yang berlaku di negaranya (Indonesia). Banyak orang berpikir bahwa hanya kecerdasan yang diukur dengan tes intelegensi dan menghasilkan IQ yang menentukan potensi kecerdasan. Barangkali untuk potensi intelektual masih tepat jika IQ menjadi menjadi criteria (patokan) utama, tetapi belum tentu untuk bakat seni, bakat kreatif produktif, dan bakat kepemimpinan. Memang dulu para ahli cenderung untuk mengidentifikasi potensi intelektual berdasarkan tes intelegensi semata-mata, dalam penelitian jangka panjangnya mengenai potensi menetapkan IQ 140 untuk membedakan antara yang berbakat dan tidak. Akan tetapi, akhir-akhir ini para ahli menyadari bahwa keberbakatan adalah sesuatu yang majemuk, artinya meliputi macam-macam ranah atau aspek, tidak hanya kecerdasan intelektual. Rakhmat (1985) memberikan gambaran ciri-ciri seseorang yang memiliki EQ tinggi : · Pandai mengelola diri · Mampu untuk memotivasi diri · Empati yang tinggi · Terampil dala berhubungan dengan orang lain Zohar da Marshall juga memberikan gambaran bagaimana tanda-tanda orang yang memiliki SQ tinggi, yaitu : · Kemampuan bersikap fleksibel (adaptif secara spontan dan aktif) · Tingkat kesadaran yang tinggi · Kemampuan menghadapi dan memanfaatkan penderitaan · Kemampuan untuk meghadapi dan melampaui rasa takut · Kualitas hidup yang di ilhami oleh visi dan nilai-nilai · Keengganan untuk menyebabkan kerugian yang tidak perlu · Kecenderungan untuk melihat keterkaitan antara berbagai hal · Kecenderungan nyata untuk bertanya : “mengapa ?” atau “bagaimana jika? “ untuk mencari jawaban yang mendasar · Pemimpin yang penuh pengabdian dan bertanggung jawab · Kemampuan menghayati keberadaan Tuhan · Memahami diri secara utuh dalam dimensi ruang dan waktu · Memahami hakekat dibalik realitas · Menemukan hakikat diri · Tidak terkungkug egosentrisme · Memiliki rasa cinta · Memiliki kepekaan bathin · Mencapai pengalaman spiritual: kesatuan segala wujud, mengalami realitas non-material (dunia gaib). 2.7. Cara Mengoptimalkan Potensi Kecerdasan agar Berbuah Kesuksesan Telah dijelaskan pada pembahasan sebelumnya bahwa IQ disimbolkan sebagai ilmu, EQ sebagai hati, dan SQ sebagai jiwa, sedangkan ketiganya merupakan satu kesatuan yaitu bentuk kecerdasan yang dimana telah dimiliki oleh setiap manusia, namun belum banyak yang bisa mengoptimalkannya sehingga bisa mencapai sebuah kesuksesan walaupun sebenarnya tidak ada manusia yang tidak ingin tidak mencapai kesuksesan dalam hidunya. Untuk itu diperlukan usaha agar bisa mengembangkan dan mengoptimalkan potensi kecerdasan yang ada pada diri kita dengan cara : · Belajar dengan giat (menuntut ilmu setinggi dan seluas mungkin, dari buayan sampai liang lahat) · Memahami kehidupan dengan baik (semakin banyak masalah dalam kehidupan, semakin bertambah pula pemahaman tentang kehidupan), belajar menguasai diri agar menjadi orang yang pandai dalam lingkungan keluarga dan ligkungan masyarakat · Berusaha selalu maksimal dalam melakukan setiap perbuatan baik dan tidak menunda-nundanya (Dari diri sendiri, dari hal yang paling kecil, dan dari sekarang) · Senantiasa bertawakal kepada Allah, penguasa alam semesta. BAB 3 PENUTUP 3.1. Kesimpulan Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan sebagai berikut : Ø Kecerdasan merupakan suatu kemampuan untuk memahami informasi yang membentuk pengetahuan dan kesadaran. Ø Ada tiga bentuk kecerdasan dalam diri manusia ; Kecerdasan Intelektual (IQ), Kecerdasan Emosi (EQ), dan Kecerdasan Spiritual (SQ). Ø Faktor-faktor yang mempengaruhi kecerdasan antara lain adalah biologis, lingkungan, budaya, bahasa, dan masalah etika. Ø Kecerdasan bukan satu-satunya elemen sebuah kesuksesan, namun tanpa kecerdasan, kesuksesan tidak akan pernah bisa dicapai. Dan yang lebih penting, kecerdasan yang dimaksud di sini adalah satu-kesatuan atau gabungan dari IQ, EQ, dan SQ. Bukan IQ, EQ, atau SQ. Ø Bentuk kecerdasan yang sangat mempengaruhi kesuksesan adalah bentuk kecerdasan yang lengkap, yaitu kecerdasan yang di dalamnya ada ilmu, hati, dan jiwa. Karena Ilmu tanpa hati adalah buta, sedangkan ilmu tanpa hati dan jiwa adalah hampa. Ilmu, hati, dan jiwa yang bersinergi itulah yang memberikan makna,yaitu EISQ Ø Potensi kecerdasan itu penting untuk diketahui, namun yang harus lebih kita ketahui lagi adalah bahwa Allah itu Maha Adil, setiap manusia telah dianugerahi kecerdasan yang cukup olehnya. Jadi bukan bingung yang harus kita lakukan, melainkan selalu maksimalkan diri dalam setiap perbuatan baik, dengan cara belajar dengan giat untuk semua mata kuliah misalnya. Ø cara mengoptimalkan kecerdasan agar berbuah kesuksesan yaitu ; dengan melakukan usaha pembelajaran atau pelatihan, pembiasaan, dan penjiwaan karakter yang baik dan tidak bertentangan dengan peraturan-peraturan yang berlaku. 3.2. Saran-saran Demikian telah kita ketahui dari uraian di atas bahwa betapa besar nikat yang Allah berikan kepada kita. Betapa kita merupakan makhluk ciptaan-Nya yang paling sempurna. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (Q.S. Ar-Rahman ayat 13) Oleh karena itu, pantaslah jika kita wujudkan rasa syukur kita dengan mengembangkan dan mengoptimalkan dengan usaha semaksimal mungkin agar kecerdasan yang kita miliki ini mendapat barokah dari Allah Subhanahu Wata’ala. Sedangkan itupun sangat berdampak baik pada diri kita sendiri dan orang lain sebagaimana yang telah dijelaskan pada pembahasan di atas tadi yaitu meraih kesuksesan yang halal (Sejahtera dan bahagia secara lahir dan bathin). Insya Allah..
if (!document.layers) document.write('
PERADABAN
Diposting oleh
@ Rusma_Site
, at 00.23, in
Label:foto
Tarbiyah
Peradaban adalah memiliki berbagai arti dalam kaitannya dengan masyarakat manusia. Seringkali istilah ini digunakan untuk merujuk pada suatu masyarakat yang "kompleks": Istilah peradaban sering digunakan sebagai persamaan yang lebih luas dari istilah "budaya" yang populer dalam kalangan akademis. Dimana setiap manusia dapat berpartisipasi dalam sebuah budaya, yang dapat diartikan sebagai "seni, adat istiadat, kebiasaan, kepercayaan, nilai, bahan perilaku dan kebiasaan dalam tradisi yang merupakan sebuah cara hidup masyarakat". konsep dari "peradaban" digunakan sebagai sinonim untuk "budaya (dan sering moral) Keunggulan dari kelompok tertentu." Dalam artian yang sama, peradaban dapat berarti "perbaikan pemikiran, tata krama, atau rasa". "Peradaban" dapat juga digunakan dalam konteks luas untuk merujuk pada seluruh atau tingkat pencapaian manusia dan penyebarannya (peradaban manusia atau peradaban global). Istilah peradaban sendiri sebenarnya bisa digunakan sebagai sebuah upaya manusia untuk memakmurkan dirinya dan kehidupannya. Maka, dalam sebuah peradaban pasti tidak akan dilepaskan dari tiga faktor yang menjadi tonggak berdirinya sebuah peradaban. Ketiga faktor tersebut adalah sistem pemerintahan, sistem ekonomi, dan IPTEK.Peradaban (hadlarah) sekedar merupakan sekumpulan konsep tentang kehidupan yang disepakati sekelompok manusia, sehingga menjadi sebuah peradaban yang bersifat kebangsaan. Peradaban bisa berupa peradaban spiritual ilahiyah (diiniyyah ilahiyyah) atau peradaban buatan manusia (wadl’iyyah basyariyyah). Peradaban spiritual ilahiyah lahir dari sebuah ideologi (‘aqidah), sebagaimana peradaban Islam yang lahir dari aqidah Islamiyah. Sedangkan peradaban buatan manusia muncul dari sebuah ideologi, seperti peradaban modern yang diterapkan di Singapura megendalikan setiap orang sebagai makhluk sosial yng cerdas dan bertaggung jawab. Atas dasar itu semua relasi dan interaksi sosial diatur bersama oleh mereka sendiri dengan panduan rambu, petunuk, papan informasi, pengumun, dan sejenisnya. Tidak dibutuhkan lagi polisi, satpam, dan lain-lan untuk mengarahkan, mengawasi, atau menertibkan segala sesuatu. Akibatnya jalanan selalu tertib, trotoar dan taman selalu nyaman, bis
REALITY SHOW
Diposting oleh
@ Rusma_Site
, at 00.18, in
Label:foto
Tarbiyah
Televisi dikenal sebagai media penyampaian pesan berbaris audiovisual, yang ditayangkan secara massal sehingga dapat mencapai pemirsa dalam jumlah besar pada saat bersamaan melintasi batas geografis yang luas. Banyaknya stasiun televisi menyebabkan terjadinya persaingan menampilkan suatu program siaran. Dan yang kini terjadi adalah kehadiran reality show yang dianggap angin besar bagi industri televisi, menjadi persaingan antar stasiun televisi.
Reality show adalah program televisi yang menggambarkan perwujudan asli dari suatu peristiwa, seseorang, kejadian dan proses sehingga pemirsa memiliki kepercayaan terhadap objek yang ditontonnya.
ù Jenis-jenis Reality Show
Terdapat beberapa penggolongan dari Reality Show, antara lain :
1. Program yang berisi rekaman kehidupan seseorang atau sekelompok orang dengan sepengetahuan objek yang direkam. Contohnya : Tantangan dunia lain, Ekspedisi Alam Gaib, dsb.
2. Berisi rekaman tersembunyi atas perilaku orang yang mengejutkan dan mengusik kehidupan pribadi orang lain, seperti tayangan Harap-harap Cemas, Playboy Kabel, Mbikin Orang Panik (MOP), Termehek-mehek, Mata-mata, Cinlok, dll.
3. Program pencarian bakat melalui kompetisi tertentu, Contoh: AFI, Indonesia Idol, Popstars, Kontes Dangdut TPI (KDI), atau Indonesian Model.
4. Program amal (Charity), konsep yang disampaikan adalah menolong orang lain. Contohnya: Uang kaget, Rezeki Nomplok,Bedah Rumah, Bangkitnya Surau Kita, Nikah Gratis, dll.
Adalah sebuah kekeliruan menganggap hadirnya acara reality show adaalah wujud kreativitas dan dinamika kesenian insan pertelevisian Indonesia akibat logis dari struktur dan kultur kehidupan. Menjamurnya produk reality show di Indonesia bukanlah sebuah kreativitas atau kecerdasan sang sutradara (biasa disebut ide cerita atau acara) karen semuanya hanya mengimpor dari acara yang pernah muncul di belahan dunia lain.
Acara Indonesian Idol dan AFI jelas mencontek (atau membeli lisensi) Pop Idol (Inggris) dan La Acamedica (Meksiko). Uang kaget adalah format sebuah lisensi di Jepang. Spontan, Ngacir, Penghuni Terakhir dari Big Brother dan Kopaja mengimpor banyak hal dari Candid Camera (Amerika Serikat) dan Only Joke (Kanada). Uji keberanian dan Tantangan mengambil inspirasi dari acara Fear Factor atau Sream Play, meskipun yang diapropisasi disini termasuk hal-hal yang tidak logis; melawan genderuwo, wewe gombel, kuntilanak atau butho ijo yang wujudnya tidak pernah diketahui.
ù Dampak Positif Reality Show
1. Seperti tujuan semua Reality Show yaitu untuk hiburan, maka tayangan reality show dapat memberikan aspek hiburan untuk melepaskan diri dari permasalahan yang berkembang.
2. Reality Show dapat menumbuhkan rasa sosial dan empati dikalangan pemirsa terhadap orang lain yang menderita yang ditammpilkan dalam tayangan tersebut. Seperti yang diharapkan dalam Charity Reality Show.
3. Reality Show memberikan pengajaran kepada pemirsa untuk tidak cepat menyerah apabila mendapatkan kesulitan dan tidak mementingkan diri sendiri.
4. Menjadi salah satu jalan untuk mencapai cita-cita sebagian masyarakat menjadi seorang bintang melalui Reality Show yang bertajuk kontes bakat atau pencarian bintang.
5. Ditemukannya banyak bakat seni di berbagai bidang.
6. Dampak positif luar biasa dirasakan oleh media yang menayangkan reality show adalah peningkatan rating dan share. Rating adalah persentase penonton acara itu dari keseluruhan keseluruhan pemirsa yang menonton televisi. Share adalah persentase penonton acara itu dari keseluruhan pemirsa yang menonton televisi saat itu.
7. peningkatan Rating dan Share menyebabkan meningkatkan pemasangan iklan dalam tayangan tersebut, sehingga pendapatan stasiun televisi bertambah.
ù Dampak Negatif Reality Show
Reality menjadi satu fenomena dalam tayangan televisi di televisi di Indonesia, saat ini hampir semua televisi menayangkan tayangan reality ini. Beberapa dampak buruk dan contoh kasus berkenaan dengan tayangan reality show di Indonesia.
1. Tayangan Reality show berbentuk tekanan emosi dan psikologis.
Tayangan Reality show berbentuk tekanan emosi dan psikologis ternyata memberikan efek yang cukup besar terutama untuk objek penderitanya. Mereka yang “dijahili” banyak yang bersalah secara psikologis, tidak jarang efeknya berupa trauma yang terus dirasakan oleh objek penderita tadi.
Berikut beberpa kasus yang berkenaan dengan Tayangan Reality Show berbentuk tekanan emosi.
a) Direktur Trans TV dan Produser Reality Show “Paranoid” dilaporkanoleh Diana Damey Pakpahan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan tuntutan Ganti Rugi Rp 40 milliar untuk kerugian imateriil dan Rp 250 juta untuk kerugian materiil. Gugatan ini buntut dari tindakan Kru Paranoid yang menakut-nakutinya ketika keluar dari RS. Pondok Indah yang menyebabkan korban yang sedang hamil 8 bulan terjatuh . Walaupun tidak berakibat fatal pada janinnya tetapi korban trauma dan merasa ketakutan kalo sendirian di rumah.
b) MOP (Mbikin Orang Panik) mencoba mengerjai targetnya dengan berpura-pura ditangkap polisi karena kedapatan menggunakan narkotika. Kasus ini dianggap merusak citra polisi karena pada kasus main-main ini aparat kepolisian memang disertakan dalam skenario. Akhirnya MOP sendiri berakhir hak tayangnya.
c) Gentayangan yang ditanyangkan live di pantai Karang Bolong, Banten, menyebabkan seorang pesrta perempuan yang tidak tahan uji keberanian pingsan ketika keinginannya untuk mengakhiri pengujian tidak direspon secara cepat oleh kru. Respon yang lambat ini seperti disengaja untuk menambah kesan eksotik siaran langsung tersebut.
d) Romy Rafael pernah melakukan hipnotis kepada seorang Bapak sehingga Bapak tersebut berperan sebagai gadis penari yang bergoyang setiap musik dimainkan. Bapak tersebut menjadi bahan ketawaan, penonton bergembira melihat Bapak yang “diperalat” tersebut. Tetapi bagaimana dengan rasa malu yang dirasakan Bapak tersebut?
2. Kontes Bakat
Salah satu bentuk Reality Show yang banyak peminatnya adalah Kontes Bakat, hal ini disebabkan munculnya ikatan emosional antara peserta dengan pemirsa TV karena pemirsalah yang menentukan terpilih tidaknya peserta melalui SMS atau Premium Call.
Kontes bakatpun tidak luput dari kritikan karena dianggap memberikan dampak buruk, antara lain:
a) Tayangan Kontes Bakat yang dilakukan TV kita meniru atau hanya membeli lisensi dari luar negeri.
b) Popularitas peserta kontes bakat sangat tinggi pada saat kontes tersebut berlangsung, tetapi setelah selesai popularitasnya menurun (untuk beberapa masih dapat mempertahankan popularitas tersebut).
c) Karena penentuan pemenang dilakukan dari pilihan pemirsa, tidak jarang mereka yang menang kualitas tidak lebih baik dari peserta yang lain sehingga ketika terjun ke dunia seni tidak dapat bertahan lama.
d) Popularitas yang tiba-tiba melonjak tinggi secara psikologisdapat membuat peserta terlalu percaya diri, dan semakin cepat meroket, ketika , jatuhnyapun akan semakin cepat dan terasa berat.
e) Namun banyak pula yang mencoba ikut serta tanpa menyadari potensi yang diharapkan dalam ajang ini sebenarnya tidak ada dalam dirinya
3. Charity Reality Show
Berikut beberapa pandangan negatif dari tayangan Charity (Amal) Reality Show.
a) Tayangan ini dianggap sebagai eksploitasi terhadap orang miskin memberikan rezeki dengan harapan mendapatkan pemasukan yang tinggi dari iklan.
b) Mendidik masyrakat untuk boros, mendapatkan rezeki harus dihabiskan dalam waktu singkat.
c) Dalam tayangan reality show yang bernuansa sosial, perbuatan baik mendapat konsep yang lain lagi. Perbuatan baik, menolong yang lain, dipusatkan pada satu bentuk: UANG.
d) Tayangan seperti ini mengukuhkan nilai yang memang sudah bersemayam dalam pribadi-pribadi masyarakat hedonis, bahwa perbuatan baik selalu identik dengan uang, dengan tingkat kesejahteraan, dengan kekayaan benda-benda fisik.
e) Konsep-konsep yang ditawarkan dan diajarkan pada tayangan dengan formula sosial, mungkin pada akhirnya membentuk psikologi massa yang berbeda dengan arah yang sebenarnya dikehendakidalam semangat dan tujuan para pembuat acara tersebut. Masyarakat tersebut menjadi salah kaprah dalam memandang perbuatan sosial, dalam memandang perbuatan baik.
4. Reality Show Percintaan
Dampak negatif dari reality show percintaan antara lain:
a) Dalam satu episode H2C, pihak keluarga yang diintrogasi merasa jengkel dengan pemaksaan yang dilakukan kru acara tersebut sehingga mengacungkan senjata api ke kamerawan. Kejengkelan tersebut dapat dimaklumi, tapi penggunaan senjata api menyebabkan berurusan dengan polisi.
b) Acara seperti Mak Comblang dan Cinlok berkisar pada penyaluran hasrat asmara para pesertanya yang di dramatisasi oleh adegan-adegan orang dimabuk cinta khas sinetron Indonesia, mulai dari berpegangan tangan, berpelukan, rayuan gombal, caci maki, bahkan tampar-tamparan baik peserta laki-laki maupun perempuan.
c) Acara seperti Termehek-mehek, Mata-mata, Orang ke 3,dll. Terlalu mengusik kehidupan pribadi bahkan yang paling pribadi, sehingga melanggar HAM, dan juga mengungkap aib tanpa rasa malu sedikitpun.
d) Generasi muda dan anak –anak dibawah umur mungkin menjadi pribadi yang tak tahu malu & tidak memiliki batasan etika dalam bergaul. Jikamereka terlalu sering menonton adeganreality show percintaan.
e) Membuat penonton terbiasa untuk mengintip dan usil dengan urusan & aib orang lain dengan cara bergunjing.
f) Pembohongan publik, karena banyak acara reality show yang tidak nyata dapat dilihat dari kemustahilan berikut:
§ Dari mulai pesertanya baik klien, suspect, atau figuran lain, yang tampil full make up sehingga tak tampak spontan sama sekali seperti seharusnya reality show.
§ Dialog yang kaku dan mirip adegan sinetron
§ Tidak ada keberatan dari pihak yang diungkap aibnya dan dirusak nama baiknya.
ù Kesimpulan
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya mengenai dampak-dampakreality show terhadap masyarakat Indonesia. Ada jenis reality show tertentu yang lebih banyak dampak positif daripada dampak negatif, tapi ada jugareality show yang lebih banyak dampak negatif daripada dampak positifnya.
Untuk itu, akan lebih baik jika kita menonton sesuatu yang lebih banyak manfaat daripada mudaratnya. Jika kita ingin menjadi negara yang maju dengan masyarakat yang berkualitas, maka janganlah menjadi masyarakat yang hanya bergunjing dan kelebihan hasrat biologisnya, tapi jadilah masyarakat yang gemar mengintrospeksi diri & menambah pengetahuan. Alangkah baiknya jika acara-acara reality show yang hanya menampilkan keburukan, dikurangi porsinya dan disubstitusi dengan acara yang lebbbih bermanfaat.
Daftar Pustaka
Croteau, David and William Hoynes,The Business of Medic.California,2001.Pine Forge Press
Flemming, M & Levie, W.H. (eds). (1993). Instructional message design:principle from the behavioural sciences (2nd ed). Englewood Cliffs, N.J.: Educational Technology.
Heinil, R., Molenda, M., & Russel, J.D. (1991). Instructional Media and the new technologies of instruction. New York: MacMillan
Seel, B.et al. (2002) Researc on Learning Fron Television. Dddalam Jonasen, D.H. (ed) (2002). Handbook of Research Educational Communication and Technology. 2nd Ed. NewYork: simon & Schuster macc Millan.
Reiss, Steven andJamesWiltz. Why People Watch Reality TV. Media Psychology, 6, 363-378. Copyright 2004. Lawrence Erlbaum Associates, Inc.
______Media Scene 2004-2005. Jakarta. 2005. PT Media Rep Bangsa-bangsa.
Panner, Paulina & Rahayu Dwi R., (2004). Program Televisi Indonesia Siapa yang Bertanggung Jawab. Jurnal Studi Indonesia, Vol. 14. Bo.2, September 2004. Hal 73-74.
Halida, Rizka. 2005. Jurus “Reality Show” di Layar Kaca Menebar Iba, Menuai “Rating” http://www.mediaindo.co.id/cetak. Diakses 13 Oktober 2005 pukul 11.30 WIB.
Kartini, Sukma. Jual Mimpi Jadi Bintang. http://www.pikiranrakyat/cetak/0604/19/1105.htm. Diakses 13 Oktober 2005 pukul 12.00WIB
Widyaningrum, Ari dan Genuk Christiastuti. 2004. Reality Show: Tambang uang Baru Stasiun TV. http://warteakonomi.com. Diakses 12 Oktober 2005 pukul 10.00WIB
Reality Show. http://www.kompas..com/kompas-cetak/0405/14/muda/1024717.htm. Diakses 12 Oktober 2005. 11.00WIB
Fasya, Teuku Kamal. “Paranoid” dan Banalitas Dunia “Reality Show”
Karim, Carol, Menunggu Lahirnya sang Bintang. http://tulisancarolkarim blogdrive.com/archive/1. html. Diakses 17 Oktober 2005 pukul 13.00WIB.
Perkembangan Fisik Remaja
Diposting oleh
@ Rusma_Site
, at 00.10, in
Label:foto
Tarbiyah
BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar belakang
Perkembangan individu berlangsung terus menerus dan tidak dapat diulang kembali. Masa remaja merupakan masa yang rentan terhadap perbuatan-perbuatan yang kurang baik diakibatkan sikap mereka yang suka mencoba-coba pada hal yang baru. Pada perkembangan fisik remaja mulai nampak terutama pada bagian organ-organ seksualnya secara fisik, pada masa remaja pula mulai pembentukan hormon-hormon seksual sehingga perilaku atau tingkah lakunya banyak dipengaruhi oleh hormon tersebut. Bimbingan orang tua terhadap anak pada seusia remaja sangatlah dibutuhkan agar mereka dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan tingkat perkembangannya. Agar orang tua dapat memberikan bimbingan kepada putra-putrinya hendaknya mengetahui perkembangan fisik remaja.
Fase remaja merupakan masa perkembangan individu yang sangat penting. Harold Alberty (1957) mengemukakan bahwa masa remaja merupakan suatu periode dalam perkembangan yang dijalani seseorang yang terbentang sejak berakhirnya masa kanak-kanak sampai dengan awal masa dewasa. Masa remaja merupakan masa yang amat kritis yang mungkin dapat menjadi the best of time and the worse of time.
Remaja adalah masa yang penuh dengan “badai dan tekanan jiwa”, yaitu masa di mana terjadi perubahan besar secara fisik, intelektual dan emosional pada seseorang yang menyebabkan kesedihan dan kebimbangan (konflik) pada yang bersangkutan, serta menimbulkan konflik dengan lingkungannya (Seifert & Hoffnung, 1987).
Penulis mengangkat tema ini karena masa remaja adalah masa mencari hidup seksual yang mempunyai bentuk definitif, ditandai dengan adanya berbagai perubahan, baik secara fisik maupun psikis yang mungkin saja dapat menimbulkan problema tertentu bagi si remaja. Perkembangan fisik perlu disorotii lebih teliti karena inilah yang menjadi awal pembentukan karakteristik individu ke depan nantinya.
Jika perkembangan fisik tidak mendapat respon yang sangat tinggi, dikhawatirkan segala sesuatu yang terbentuk karena perkembangan fisik akan dianggap sepele, bahkan dapat menjurus pada penyimpangan perilaku seksual.
2. Rumusan Masalah
a. Bagaimana perkembangan fisik pada remaja?
b. Bagaimana tahapan-tahapan perkembangan fisik?
c. Faktor apa saja yang mempengaruhi perkembangan fisik?
d. Mengapa perkembangan fisik mempengaruhi jiwa individu?
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
1. Perkembangan Fisik Remaja
Perkembangan fisik dalam periode masa remaja meliputi segi pertambahan tinggi dan berat badan. Untuk remaja putra dimulai sekitar umur 10,5 sampai 16 tahun sedang remaja putri percepatan pertumbuhan sudah mulai antara umur 7,5 tahun dan 11,5 tahun dengan umur rata-rata 10,5 tahun. Selain mengalami percepatan tinggi badan dan berat badan, remaja juga mengalami proses kematangan seksual.
Namun perubahan fisik baik pada remaja pria maupun wanita sudah dimulai sekitar 2 tahun sebelum terjadinya kemasakan seksual, yaitu pada suatu masa yang disebut pubertas. Pada masa pubertas, kelenjar yang menghasilkan hormon-hormon kelamin, mulai berproduksi. Pada pria dihasilkan hormon testosteron yang lebih dominan dari estrogen dan progesteron. Pada wanita, hormon estrogen dan progesteron lebih dominan daripada testosteron. Hormon-hormon tersebut menyebabkan munculnya perubahan fisik dan psikis, yang menunjukkan ciri khas sebagai pria dan wanita.
2. Tahapan Perkembangan Fisik Remaja
Perubahan fisik selama masa remaja dibagi menjadi beberapa tahap :
F Perubahan Eksternal
Perubahan yang terjadi dan dapat dilihat pada fisik luar anak. Perubahan tersebut ialah :
< Tinggi Badan
Rata-rata anak perempuan mencapai tinggi matang pada usia antara tujuh belas dan delapan belas tahun, rata-rata anak laki-laki kira-kira setahun setelahnya.
Perubahan tinggi badan remaja dipengaruhi asupan makanan yang diberikan, pada anak yang diberikan imunisasi pada masa bayi cenderung lebih tinggi dari pada anak yang tidak mendapatkan imunisasi. Anak yang tidak diberikan imunisasi lebih banyak menderita sakit sehingga pertumbuhannya terhambat.
< Berat Badan
Perubahan berat badan mengikuti jadwal yang sama dengan perubahan tinggi badan. Perubahan berat badan terjadi akibat penyebaran lemak pada bagian-bagian tubuh yang hanya mengandung sedikit lemak atau bahkan tidak mengandung lemak. Ketidakseimbangan perubahan tinggi badan dengan berat badan menimbulkan ketidakidealan badan anak.
Jika perubahan tinggi badan lebih cepat dari berat badan, maka bentuk tubuh anak menjadi jangkung (tinggi kurus), sedangkan jika perubahan berat badan lebih cepat dari perubahan tinggi badan, maka bentuk tubuh anak menjadi gemuk gilik / gembrot (gemuk pendek).
< Proporsi Tubuh
Berbagai anggota tubuh lambat laun, mencapai perbandingan yang tubuh yang baik. Misalnya badan melebar dan memanjang sehingga anggota badan tidak lagi kelihatan terlalu pandang.
< Organ Seks
Baik laki-laki maupun perempuan, organ seks mengalami ukuran matang pada akhir masa remaja. Tetapi fungsinya belum matang sampai beberapa tahun kemudian.
< Seks Primer dan Sekunder
Ciri – ciri seks primer pada laki-laki adalah mengalami mimpi basah atau pengeluaran sperma dan menegangnya alat kelamin pada saat-saat tertentu. Sedangkan wanita mengalami loncatan sel telur (ovulasi) dan menstruasi (pengeluaran sel telur yang tak dibuahi dengan lendir dan darah).
Untuk sekunder, perkembangannya matang pada masa akhir masa remaja. Pada laki-laki postur tubuh yang lebih tegap, dada lebih bidang, muncul kumis, jakun, cambang, jenggot, suara menjadi rendah, otot menonjol dan sebagainya. Wanita mengalami perubahan sehingga suara menjadi lebih kecil, kulit lebih halus, pinggang ramping, buah dada tumbuh dan sebagainya.
F Perubahan Internal
Perubahan yang terjadi dalam organ dalam tubuh remaja dan tidak tampak dari luar. Perubahan ini nantinya sangat mempengaruhi kepribadian remaja. Perubahan tersebut adalah :
< Sistem Pencernaan
Perut menjadi lebih panjang dan tidak lagi terlampau berbentuk pipa, usus bertambah panjang dan bertambah besar, otot-oto di perut dan dinding-dinding usus menjadi lebih tebal dan kuat, hati bertambah berat dan kerongkongan bertambah panjang.
< Sistem Peredaran Darah
Jantung tumbuh pesat selama masa remaja, pada usia tujuh belas atau delapan belas, beratnya dua belas kali berat pada waktu lahir. Panjang dan tebal dinding pembuluh darah meningkat dan mencapai tingkat kematangan bilamana jantung sudah matang.
< Sistem Pernafasan
Kapasitas paru-paru anak perempuan hampir matang pada usia tujuh belas tahun. Anak laki-laki mencapat tingkat kematangan baru beberapa tahun kemudian.
< Sistem Endokrin
Kegiatan gonad yang meningkat pada masa puber menyebabkan ketidak seimbangan sementara dari seluruh system endokrin pada masa awal puber. Kelenjar-kelenjar seks berkembang pesat dan berfungsi, meskipun belum mencapai ukuran yang matang sampai akhir masa remaja atau awal masa dewasa.
< Jaringan Tubuh
Perkembangan kerangka berhenti rata-rata pada usia delapan belas tahun. Jaringan selain tulang, khususnya bagi perkembangan otot, terus berkembang sampai tulang mencapai ukuran yang matang.
Perubahan fisik pada masa pubertas terjadi begitu cepat sampai terjadinya kemasakan seksual. Sejak terjadinya kemasakan seksual, pertumbuhan badan menjadi lambat karena keluarnya hormon-hormon kelamin menyebabkan berkurangnya produksi hormon pertumbuhan.
Pendapat mengenahi perkembangan fisik remaja diatas searah dengan pendapat John W. Santrock dalam bukunya Life Span Development yang menyatakan bahwa empat perubahan tubuh yang paling menonjol pada perempuan adalah pertumbuhan tinggi badan yang cepat, menarche, pertumbuhan buah dada, dan pertumbuhan rambut kelamin, sedang pada pria adalah pertumbuhan tinggi badan yang cepat, pertumbuhan penis, pertumbuhan testis dan rambut kemaluan (Santrock, 1995)
3. Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Fisik
Pertumbuhan dan perkembangan fisik erat hubungannya dengan kondisi remaja. Kondisi yang baik berdampak baik pada pertumbuhan fisik remaja, demikian pula sebaliknya. Adapun kondisi-kondisi yang mempengaruhi sebagai berikut :
< Pengaruh Keluarga
Pengaruh keluarga meliputi faktor keturunan maupun faktor lingkungan. Karena faktor keturunan seorang anak dapat lebih tinggi atau panjang dari anak lainnya, sehingga ia lebih berat tubuhnya, jika ayah dan ibunya atau kakeknya tinggi dan panjang.
Faktor lingkungan akan membantu menentukan tercapai tidaknya perwujudan potensi keturunan yang dibawa dari orang tuanya.
< Pengaruh Gizi
Anak yang mendapatkan gizi cukup biasanya akan lebih tinggi tubuhnya dan sedikit lebih cepat mencapai taraf dewasa dibadingkan dengan mereka yang tidak mendapatkan gizi cukup.
Lingkungan juga dapat memberikan pengaruh pada remaja sedemikian rupa sehingga menghambat atau mempercepat potensi untuk pertumbuhan dimasa remaja.
< Gangguan Emosional
Anak yang sering mengalami gangguan emosional akan menyebabkan terbentuknya steroid adrenal yang berlebihan dan ini akan membawa akibat berkurangnya pembentukan hormon pertumbuhan di kelenjar pituitary. Bila terjadi hal demikian pertumbuhan awal remajanya terhambat dan tidak tercapai berat tubuh yang seharusnya.
< Jenis Kelamin
Anak laki cenderung lebih tinggi dan lebih berat dari pada anak perempuan, kecuali pada usia 12 – 15 tahun. Anak perempuan baisanya akan sedikit lebih tinggi dan lebih berat dari pada laki-laki-laki. Hal ini terjadi karena bentuk tulang dan otot pada anak laki-laki berbeda dengan perempuan. Anak perempuan lebih cepat kematangannya dari pada laki-laki .
< Status Sosial Ekonomi
Anak yang berasal dari keluarga dengan status sosial ekonomi rendah, cenderung lebih kecil dari pada anak yang berasal dari keluarga dengan tingkat ekonomi rendah.
< Kesehatan
Kesehatan amat berpengaruh terhadap pertumbuhan fisik remaja. Remaja yang berbadan sehat dan jarang sakit, biasanya memiliki tubuh yang lebih tinggi dan berat dibanding yang sering sakit.
< Pengaruh Bentuk Tubuh
Keadaan fisik pada remaja dianggap sebagai suatu hal yang penting. Namun ketika keadaan fisik tidak sesuai dengan harapannya (ketidaksesuaian antara body images dengan self picture) dapat menimbulkan rasa tidak puas dan kurang percaya diri. Begitu juga perkembangan fisik yang tidak proporsional.
4. Pengaruh Perkembangan Fisik terhadap Jiwa Individu
Perkembangan fisik yang begitu cepat, mengakibatkan suatu rasa yang tidak nyaman pada diri remaja sendiri. Mereka merasa lemas dan kurang nyaman, yang akibatnya remaja sering terlihat loyo dan kurang bersemangat, kadang-kadang hanya tiduran saja seperti orang yang kurang energi. Sebagian remaja menunjukkan penurunan dalam kondisi kesehatannya dan menjadi sering sakit-sakitan.
Dengan perkembangan fisik yang terjadi remaja, merasa bahwa dirinya adalah orang dewasa sehingga remaja akan mengembangkan citra individual mengenai diri mereka yang tidak jarang berbenturan dengan nilai-nilai yang dipegang oleh orang dewasa.
BAB III
KESIMPULAN
Perkembangan fisik adalah perubahan-perubahan fisik yang terjadi dan merupakan gejala primer dalam pertumbuhan remaja. Perubahan fisik remaja tersebut bukan saja menyangkut bertambahnya ukuran tubuh dan berubahnya proporsi tubuh, melainkan juga meliputi perubahan ciri-ciri yang terdapat pada kelamin utama dan kedua. Baik laki-laki maupun perempuan.
Perubahan fisik mengikuti urutan-urutan tertentu:
F Perubahan Eksternal
< Tinggi Badan
< Berat Badan
< Proporsi Tubuh
< Organ Seks
< Seks Primer dan Sekunder
F Perubahan Internal
< Sistem Pencernaan
< Sistem Peredaran Darah
< Sistem Pernafasan
< Sistem Endokrin
< Jaringan Tubuh
Kondisi yang mempengaruhi perkembangan remaja adalah : pengaruh keluarga, pengaruh gizi, gangguan emosional, jenis kelamin, status sosial ekonomi, kesehatan, dan pengaruh bentuk tubuh. Disamping itu pengaruh lingkungan juga mempengaruhi perkembangan fisik remaja.
Perkembangan fisik membawa perubahan dalam jiwa individu. Kadang membuat remaja terlalu percaya diri, namun tak sedikit juga yang merasa minder atas perubahan yang terjadi pada diri mereka.
DAFTAR ISI
Sunarto. Ny. Hartono Agung. 1999. Perkembangan Peserta Didik.
Hurlock, B. Elizabeth. 1980. Developmental Psychology.
Brata, Surya. Sumadi. 2002. Psykologi Pendidikan.
Sujanto, Agus. 1986. Psikologi Perkembanga.
John W. Santrock. 1995. Perkembangan Masa Hidup jilid 2. Terjemahan oleh Juda Damanika & Ach. Chusairi.


