WEB BLOG
this site the web

Pesan dari Cerita Kakek^_^

Reda hujan di subuh hari, bersambut terbitnya fajar. . . Kumandang adzan bersahut-sahutan oleh masjid satu dengan yang lain, sampailah waktu wajib untuk menghadap pada-Nya… Insan beriman menuju rumah Allah dengan taqwa di hatinya, tanpa menghiraukan bisikan-bisikan musuh bebuyutan yang membuat indahnya tempat tidur di akhir malam. Sejuknya kota Banjarmasin di pagi hari, dalam perjalanan pulang dari masjid, Rasyid bersama kakeknya berpapasan dengan Ihsan, teman satu sekolah Rasyid sekaligus tetangganya, namun Ihsan kelasnya satu tingkat di atas Rasyid. Rasyid menyapa, “Wah wah wah…kak Ihsan sudah siap tempur kayaknya nih,,,” Ihsan tersenyum, di dalam hatinya bicara, wajar aja kalau Rasyid bilang begitu, toh dia sudah berseragam serapi itu, “iya nih de, mudah-mudahan hari ini kakak bias menjawab soal-soal ujian dengan baik dan benar serta bias meraih nilai yang bagus, do’akan ya…do’akan juga ya kek”.(Senyum sambil menyalami kakek dan Rasyid dan secara bersamaan). Kakek, Rasyid, dan Ihsan, “Amiiiin…ya Rabb”. “tenang aja kak, insyaAllah dido’akan menjadi yang no. satu, kakak kan gak pernah dapat ranking selain 1,2,3,jadi kemungkinan untuk menjadi siswa lulusan terbaik besar aja, , iya kan kek?”, kata Rasyid menyambung. Kakek yang dari tadi senyum-senyum menyahut, “ Hm..Iya nak…yang penting sudah usaha belajar dan do’a, insyaAllah kakek juga mendo’akan, mudah-mudahan ujiannya lancar dengan kemudahan dari-Nya, masalah nomor satu, paling berprestasi, itu semua urusan Allah. Dia Maha berkehendak atas segala ketentuan, dan yakin aja…bahwa Dia pasti memberikan yang terbaik untukmu…” “Ngomong-ngomong mau kemana nak?” kakek mengalihkan pembicaraan.. “Ini kek, mau ke warung dulu…disuruh ibu beli gula” Ihsan menjawab pertanyaan kakek “Nah…bagus itu…,salah satu persiapan menghadapi ujian cari ridha orang tua dulu, minta do’akan beliau, semoga dalam menghadapi ujian nanti lebih mantap kemudahan yang diberikan Allah, hmm..tapi kok tadi nggak shalat subuh di masjid nak? Kakek tadi Cuma melihat ayah kamu..” sambung kakek lagi, Sambil senyum malu-malu Ihsan menjawab,”Iya kek tadi shalat subuh di rumah aja, supaya bias lebih cepat siap-siap ke sekolahnya”(garuk-garuk kepala).” “Ya sudah kalau begitu…besok-besok bagusnya walupun mau ujian tetap shalat di masjid nak ya…insyaAllah itu tidak akan mengurangi waktu untuk persiapan ujian kamu, ayo gi, ke warung…nanti kelamaan ngobrol malah terlambat ke sekolahnya..” Rasyid ikut nimbrung lagi, “Semangat ya kak ^_^“ “Iya…makasih Syid ya…kek…Assalamu’alaikum..” Kakek dan Rasyid, “Wa’alaikum salam warohmatullah..” Sambil melanjutkan perjalanan, Rasyid dan kakek menyambung pembicaraan tentang UAN, “Kak Ihsan itu pintar lho kek, baik hati lagi, kalau ada yang bertanya tentang pelajaran di sekolah, dia dengan senang hati menjelaskan jawaban dari pertanyaan yang disodorkan temannya tadi, gak sombong gitu..” “Oh…bagus itu, kalau yang begitu baru boleh dicontoh, jadi berapa hari UANnya berlangsung?” “Tiga hari kek, tapi kelas X dan XI satu minggu liburnya.., mungkin karena langsung di sambung UASnya.” “Hmm…” Setelah menarik nafas panjang sekali Rasyid langsung bertanya lagi pada kakeknya, “kenapa tingkat kepintaran seseorang dilihat dari segi nilai yang dapat dicapainya ya kek…?? Sehingga banyak yang sedih jika nilainya rendah dari yang lain..,sedang mereka juga sudah berusaha..” kakek menjawab denan lembut, “sebenarnya itu MOTIVASI nak..” Tapi Rasyid menyangkal lagi.., “bukankah sebagian kecil orang masih ada yang belum termotivasi dengan itu.., bahkan dia menjadi takut dengan yang namanya pertempuran, mungkin juga dia tidak suka dengan persaingan..smangat berperangnya down,,,Sedangkan yang senang bersaing juga banyak, dia jadi malas untuk berbagi ilmu karena takut tingkat kepintarannya tersaingi..,bahkan dia senang jika nilainya jauh lebih tinggi dari yang lain..” kakek menjawab, “Dalam sebuah hadits; Yang aku takutkan, Rasulullah pernah bersabda: Bergembiralah dan berharaplah agar mendapatkan sesuatu yang menyenangkan kamu sekalian. Demi Allah, bukan kefakiran yang aku khawatirkan terhadap kalian, tetapi yang aku khawatirkan adalah jika kekayaan dunia dilimpahkan kepada kalian sebagaimana telah dilimpahkan kepada orang-orang sebelum kalian, kemudian kalian akan berlomba-lomba mendapatkannya sebagaimana mereka berlomba-lomba dan akhirnya dunia itu membinasakan kalian sebagaimana ia telah membinasakan mereka. (Shahih Muslim No.5261)” Kata beliau lagi..“Iya…sebenarnya itu adalah sebuah motivasi, agar brlomba-lomba dalam kebaikan..,agar mereka lebih giat belajar..,tapi hablumminannasnya tetap terjaga..” “Namun ternyata terbukti lagi, bahwa belum tentu yang dianggap manusia benar itu adalah benar dan sebaliknya. Sedangkan rencana manusia juga belum tentu sama dengan rencana Allah…semua benar2 akibat dari perbuatan manusia itu sendiri, manusia yang satunya, atau yang satunya lagi… Allah berfirman dalam Al-Qur’an, Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan Karena perbuatan tangan manusia. . .(Q.S Ar-Ruum:41)” “Hingga berbagai cara dilakukan agar nilainya tinggi serta dinobatkan menjadi orang yang pintar, oleh MANUSIA…sekali lagi, Manusia… Mereka terkecoh…anak-anak yang demikian itu tersugesti, kecuali yang betul-betul berusaha agar nilainya tinggi se[erti Ihsan tadi, namun dia juga senang kalau nilai kawan-kawannya tinggi seperti yang diraihnya.” “Hmmm…”,Rasyid mengiyakan sambil manggut-manggut. Kakek menyambung, “Padahal waktu di Taman Kanak-kanak, kalian kan pernah menghafal 10 malaikat dengan tugas-tugasnya, tapi mungkin anak-anak zaman sekarang sudah lupa dengan masa lalunya, bahkan sebagian sudah menganggap itu sebagai hal yang kampungan dan tidak modern, Mereka lupa bahwa : Malaikat Jibril sampai sekarang belum pernah menyampaikan wahyu yang berisikan pernyataan tentang orang yang nilai UANnya rendah itu akan dibenci Allah…tidak pernah.. Malaikat Mikail juga tidak pernah bilang kalo dia tidak akan ngasih rezeki sama orang yang punya nilai ujian di bawah rata2.. Malaikat Israfil yang hanya tahu tentang peniupan sangkakala.. Apalagi Malaikat Izrail yang ga pilih2 mencabut nyawa, umur tidak berbau… Malaikat Rakib & Atid juga hanya mencatat nilai usaha, do’a yang sungguh2, serta keyakinan kita dalam berharap pada Allah..setelah itu Wallahu’alam..,pastinya mereka tidak akan kecewa jika kita hanya tidak bias menjawab soal tersebut.., Di alam kubur kelak, Malaikat Munkar dan Nankir juga tidak akan buang-buang waktu untuk menanyakan nilai UAN… Dan pastinya, kakek berani menjamin bahwa Malaikat Malik dan Riduan memperbolehkan atau tidaknya seseorang masuk kedalam dua tempat yang mereka jaga sama sekali bukan dengan mempertimbangkan nilai ujian waktu kita sekolah di dunia..Wallahu’alam bisshawab..” karena Rasyid memang masih penasaran,, dia tanya lagi.. “Bukankah wajar kek, jika ada yang bersedih bila seandainya nilainya lebih rendah dari yang lainnya…? Bukan sedih karena takut diolok-olok atau di hina..dan insyaAllah tidak ada kawan-kawan yg demikian tega, tapi takut mengecewakan orang tuanya…” Dengan senyum kakek menjawab, “Salah seorang ustadz pernah bilang, kata beliau untuk; mengetahui perbuatan kita itu jelek atau buruk, cukuplah perbuatan kita itu diketahui oleh orang tua kita, lalu mereka tidak senang melihatnya.. Darimaka itu…yang penting kita usaha untuk mendapat yang terbaik, pakai usaha maksimal, kalo mau ujian besok ya…jangan Cuma malam ini saja usahanya…karena jangankan siswa, guru yang handal saja…walaupun sudah lihai, dia tetap kudu latihan lagi untuk memantapkan strategi mengajarnya… Kalau sudah do’a khusyu, ikhtiar tingkat tinggi…kemudian mengerjakan soal-soal ujian dengan cara yang benar…Apalah lagi yang seharusnya diperbuat seorang muslim selain berpasrah diri pada yang Maha Kuasa nak..” “Islam itu agama yang menentramkan…rugi kalau kita tidak faham dengan itu,,, Kita ini punya Allah…pastilah Dia akan selalu memberikan yang terbaik untuk kita.. Tidak ada daya upaya kita selain dengan pertolongan Allah, sedangkan Dialah yang lebih tahu tentang apa yang terbaik untuk kita,,,” *Rasyid manggut-manggut dengan wajah ingin tahunya… Kakek melanjutkan,”Kurang apa lagi informasi dari Allah agar membuat hati kita tenang dan senang? Kurang apalagi kasih sayang Allah sampai kita sering enggan untuk sabar dan syukur?? Kakek rasa kita lah yang sering kurang ajar…bingung buka primbon, sakit nyiapin sesajen, mau kaya ke dukun..lalu buka Al-Qur’annya kapan? Baca Hadits taon depan…?? Atau ibadahnya pas ingat kuburan?? masa depan kita cerah atau tidak itu bukan hanya bergantung dari nilai Ujian Nasional, rezeki sudah diatur, tapi jangan juga disepelekan... dan satu hal..tetap terus ikhtiar dan jangan pernah berputus dari rahmat Allah..^,^ bekerjalah dengan giat seakan-akan kau akan hidup selamanya di dunia, dan beribadahlah yang rajin seakan-akan kau akan mati besok.” “Nah…kita sudah sampai di rumah…”kata kakek mengingatkan cucunya yang lagi terbengong-bengong.. Sambil masuk pagar rumah kakek bicara lagi, “Jaga baik2 Hablumminallaah…dan jangan lupakan Hablumminannaas..nak ya… Maka insyaAllah kau akan mendapati kesuksesan dunia dan akhirat. mudah-mudahan..Amiiin_ya Rabb... Rasyid; iya kek, amiiin.. Rasyid janji akan berusaha menjadi menjadi Hamba Allah yang Taqwa kepada-Nya, taat pada kedua orang tua, patuh pada guru, hormat pada yang lebih tua, dan bermanfaat bagi semuanya. InsyaAllah… “Amiiin… “, kakek dan Rasyid bersamaan..

3 komentar:

arif akhmad mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
arif akhmad mengatakan...

this is the best^^

Desy Dwi Mayasari mengatakan...

Kak

Posting Komentar

Komentarmu kebaikan kita semua.amiiin ^,^

 

W3C Validations

Cum sociis natoque penatibus et magnis dis parturient montes, nascetur ridiculus mus. Morbi dapibus dolor sit amet metus suscipit iaculis. Quisque at nulla eu elit adipiscing tempor.

Usage Policies