WEB BLOG
this site the web

Pengaruh Kecerdasan Terhadap Keberhasilan


BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Kecerdasan merupakan salah satu anugerah besar dari Allah kepada manusia dan menjadikannya sebagai salah satu kelebihan manusia dibandingkan dengan makhluk lainnya. Dengan kecerdasanya, manusia dapat terus-menerus mempertahankan dan meningkatkan kualitas hidupnya yang semakin kompleks, melalui proses berfikir dan belajar secara terus-menerus. Dalam hal ini, sudah sepantasnya manusia bersyukur, karena berkat kecerdasan yang dimiliki manusia hingga saat ini ternyata masih dapat mempertahankan kelangsungan dan peradaban hidupnya. Hingga saat ini para ahli pun tampaknya masih mengalami kesulitan untuk mencari rumusan yang komprehensif tentang kecerdasan. Dalam hal ini, CP. Chaplin (1975) menyatakan kecerdasan sebagai kemampuan menghadapi dan menyesuaikan diri terhadap situasi baru secara cepat dan efektif. Sementara itu, Anita E. Woolfolk (1975) mengemukakan bahwa menurut teori lama, kecerdasan meliputi 3 pengertian, yaitu : (1). Kemampuan untik belajar,(2). Keseluruhan pengetahuan yang diperoleh, dan (3). Kemampuan utuk beradabtasi dengan situasi baru atau lingkungan pada umumnya. Semula kajian tentang kecerdasan hanya sebatas kemampuan individu yang bertautan dengan aspek kognitif atau biasa disebut kecerdasan intelektual yag bersifat tunggal, sebagaimana yang dikemukakan oleh Charles Spearman (1904) dengan teori “Two Factor”-nya (mengurutkan kemampuan dari tingkat idiot sampai genius). Kemudian, Daniel Goleman (1999) salah seorang yang mempoulerkan jenis kecerdasan manusia lainnya yang dianggap sebagai factor penting yang dapat mempengaruhi terhadap prestasi seseorang, yakni kecerdasan emosional (kemampuan mengenali perasaan). Ada lagi temuan ilmiah yang digagas oleh Danah Zohar dan Ian Marshall, dan riset yag dilakukan oleh Michael Persinger pada tahun 1990an menemukan adanya God Spot dalam otak manusia yang merupakan pusat spiritual yang terletak di antara syaraf dan otak. Pada god spot inilah lahir konsep kecerdasan spiritual(penghayatan agar hidup lebih bermakna). Namun pada zaman sekarang ini banyak kesuksesan yang malah diraih oleh orang-orang yang taraf pendidikannya lebih rendah, atau bahkan sangat rendah. Lalu yang menjadi pertanyaan kita; Dimana tangga keberhasilan itu ? Dan apa sebenarnya kecerdasan itu sehingga IPK yang tinggi tidak bisa jadi modal besar untuk meraih kesuksesan ? Darimaka itu kita harus lebih memahami tentang kecerdasan yang bagaimana dan pengaruh kecerdasan tersebut terhadap kesuksesan. 1.2.Rumusan Masalah 1) Apa yang dimaksud dengan kecerdasan ? 2) Apa saja bentuk-bentuk kecerdasan ? 3) Faktor apa saja yang mempengaruhi kecerdasan ? 4) Apa hubungan kecerdasan dengan kesuksesan ? 5) Bentuk kecerdasan yang bagaimana yang mempengaruhi kecerdasan ? 6) Bagaimana cara mengetahui potensi kecerdasan ? 7) Bagaimana cara mengoptimalkan kecerdasan agar berbuah kesuksesan? BAB 2 PEMBAHASAN 2.1. Pengertian Kecerdasan Kecerdasan ialah istilah umum yang digunakan untuk menjelaskan sifat pikiran yang mencakup sejumlah kemampuan, seperti kemampuan menalar, merencanakan, memecahkan masalah, berpikir abstrak, memahami gagasan, menggunakan bahasa, dan belajar. Kecerdasan erat kaitannya dengan kemampuan kognitip yang dimiliki oleh individu. Terdapat beberapa cara untuk endefinisikan kecerdasan. Dalam beberapa kasus, kecerdasan bisa termasuk kreativitas, kepribadian, watak, pengetahuan, atau kebijaksanaan. Namun, beberapa psikolog tak memasukkan hal-hal tadi dalam kerangka definisi kecerdasan. Kecerdasan biasanya erujuk pada kemampuan atau kapasitas mental dalam berpikir, namun belum terdapat definisi yang memuaskan mengenai kecerdasan. Kecerdasan secara umum dipahami pada dua tingkat yakni : 1) Kecerdasan sebagai suatu kemampuan untuk memahami informasi yang yang membentuk pengetahuan dan kesadaran. 2) Kecerdasan sebagai keampuan untuk memproses informasi sehingga masalah-masalah yang kita hadapi dapat dipecahkan dan dengan demikian pengetahuan pun bertambah. Jadi mudah dipahami bahwa kecerdasan adalah pemandu bagi kita untuk mencapai sasaran-sasaran kita secara efektif dan efisien. Dengan kata lain, orang yang lebih cerdas, akan mampu memilih strategi pencapaian strategi yang lebih baik dari orang yang kurang cerdas. Artinya orang yang cerdas mestinya lebih sukses dari orang yanga kurang cerdas. Yang sering membingungkan ialah kenyataan adanya orang yang kelihatan tidak cerdas (sedikitnya di sekolah) kemudian tampil sukses, bahkan lebih sukses dari rekan-rekannya yang lebih cerdas, dan sebaliknya. 2.2. Bentuk-bentuk Kecerdasan Kalangan ilmuan menemukan 3 bentuk kecerdasan dalam diri manusia, yaitu: 1) Kecerdasan Intelektial (Intellegence Quotient) Yaitu kecerdasan yang diperoleh melalui kreatifitas akal yang berpusat di otak bagian cortex (kulit otak). Kecerdasan ini adalah sebuah kecerdasan yang memberikan kita kemampuan untuk berhitung, bernalogi, berimajinasi, dan memiliki daya kreasi serta inovasi. Atau lebih tepatnya diungkapkan oleh para psikilogi dengan “What I Think”. Kecerdasan intelektual ini identik dengan prestasi secara akademik, kemampuan berfikir kritis dan analitis, dan diasosiasikan dengan otak kiri. 2) Kecerdasan Emosional (Emosional Quotient) Yaitu kecerdasan yang diperoleh melalui kreatifitas emosional yang berpusat di dalam jiwa, oleh karena itu EQ lebih tepat diukur dengan feeling. perasaan dan emosi (Otak kanan). Kecerdasan emosional digambarkan sebagai kemampuan untuk memahami suatu kondisi perasaan seseorang, bisa terhadap diri sendiri maupun terhadap orang lain, baik berupa empati, motivasi, dan iba dengan lingkungan sekitar. Kecerdasan emosi ini juga bisa dikatakan sebagai kemampuan mengerti dan mengendalikan emosi. 3) Kecerdasan Spiritual (Spiritual Quotient) Yaitu kecerdasan yang diperoleh melalui kreatifitas rohani yang mengambil focus di sekitar wilayah roh. Dikatakan pula bahwa kecerdasan spiritual merupakan kecerdasan yang berguna untuk menghadapi persoalan, makna untuk menempatkan perilaku dan hidup kita dalam konteks makna. Kecerdasan ini terletak dalam suatu titik yang disebut dengan go spot (fitrah). Kecerdasan spiritual juga dapat diartikan sebagai kemampuan seseorang untuk dapat mengenal dan memahami diri seseorang sepenuhnya sebagai makhluk spiritual maupun sebagai bagian dari alam semesta. Dengan memiliki kecerdasan spirituan berarti bisa memahami sepenuhnya makna dan hakikat kehidupan yang kita jalani dan kemanakah kita akan pergi (tujuan hidup). 2.3. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kecerdasan Terdapat beberapa factor yang mepengaruhi kecerdasan, yaitu : 1) Biologis 2) Lingkungan 3) Budaya 4) Bahasa 5) Masalah etika 2.4. Kecerdasan dan Kesuksesan Kecerdasan memang bukan satu-satunya elemen kesuksesan. Walaupun dewasa ini banyak orang tua yang seringkali menekankan agar anaknya berprestasi secara akademik di sekolah dan menjadi juara dengan harapan ketika dewasa mereka bisa memasuki perguruan tinggi yang berprestasi karena memiliki kepercayaan bahwa sukses di sekolah adalah kunci utama untuk sukses di kehidupan yang akan datang. Namun pada kenyataannya, kita tidak bisa mengingkari bahwa sangat sedikit orang-orang yang sukses di dunia ini yang menjadi juara di masa sekolah. Seperti Bill Gates (Pemilik Microsoft), Tiger Wood (Pemain golf) misalnya, dia adalah beberapa dari ribuan orang yang dianggap tidak berhasil di sekolah tetapi menjadi orang yang sangat berhasil di bidangnya. Dale Carnegie (1889-1955), bahkan tidak menyebutkan kecerdasan secara eksplisit (dalam pengertian umum) sebagai elemen keberhasilan. Beliau mengatakan bahwa untuk berhasil dibutuhkan 10 (sepuluh kualitas) yaitu : 1) Rasa percaya diri yang berlandaskan konsep diri yang sehat, 2) Keterampilan berkomunikasi yang baik, 3) Keterampilan antar manusia yang baik, 4) Kemampuan memimpin diri sendiri dan orang lain, 5) Sikap positif terhadap orang, kerja, dan diri sendiri, 6) Keterampilan menjual ide dan gagasan, 7) Kemampuan mengingat yang baik, 8) Kemampuan mengatasi masalah, stres, dan kekhawatiran, 9) Antusiasme yang menyala-nyala, dan 10) Wawasan hidup yang luas. Jadi jelaslah bahwa kecerdasan, yang biasanya diukur dengan skala IQ, memang bukan elemen tunggal atau tiket menuju sukses. 2.5. Kecerdasan yang Mempengaruhi Kesuksesan Zaman sekarang hampir semua orang menganggap bahwa prestasi akademik atau gambaran dari IQ adalah simbol kesuksesan seorang anak dan diyakini sebagai signal kesuksesan di masa yang akan datang. Apalagi jika diketahui IQnya tinggi, maka orang-orang akan berfikir bahwa anak tersebut bisa meraih masa depan yang cerah dalam hidupnya. Bahkan system pendidikan di Negara kita ini pun masih memandang bahwa IQ adalah modal dasar siswa atau mahasiswa untuk meraih kesuksesan. Padahal ada satu kecerdasan yang lebih berpengaruh dalam kesuksesan seseorang, yaitu EQ. Daniel Goleman dalam bukunya Emotional Intelligence (1994) menyatakan bahwa “kotribusi IQ bagi kesuksesan seseorang hanya sekitar 20% dan sisanya 80 % ditentukan oleh serumpun factor-faktor yang disebut Kecerdasan Emosional”. Dari nama tehnis itu ada yang berpendapat bahwa kalau IQ mengangkat fungsi pikiran, EQ mengagkat fungsi perasaan Orang yang ber-EQ tinggi akan berupaya menciptakan keseimbangan dalam dirinya; bisa mengusahakan kebahagiaan dari dalam dirinya sendiri dan bisa mengubah sesuatu yang buruk menjadi sesuatu yang positif dan bermanfaat. Jadi gunanya kecerdasan emosional yaitu pandai dalam membaca perasaan orang lain, dan jelaslah bahwa IQ saja tidak cukup untuk mengantarkan kita ke sebuah kesuksesan, kecuali kita mempuyai EQ yang baik pula. Namun dengan memiliki IQ dan EQ yang tinggi itu pun belum cukup untuk meraih kesuksesan, kecuali dilengkapi dengan SQ agar hidup kita lebih bahagia dan sejahtera. Karena bagaimanapun cakapnya IQ dan EQ seseorang tidak akan sejahtera hidupnya tanpa diikuti dengan SQ yang cakap pula, paling tidak kebahagian dan kesejahteraan hatinya tidak akan pernah bisa tercapai jika akhlak dan moralnya bobrok. IQ digambarkan sebagai “What I think?”, EQ “What I Feel”, dan SQ adalah kemampuan menjawab “Who I am”,. Siapa saya? Dan untuk apa saya diciptakan. Tuhan Maha Adil, sebenarnya kita memiliki semua kecerdasan ini tetapi tidak pernah kita asah bahkan kita munculkan. Untuk menjadi seorag pribadi yang sukses kita harus mampu menggabungkan dan mensinergikan IQ, EQ, dan SQ. Ilmu tanpa hati adalah buta, sedangkan ilmu tanpa hati dan jiwa adalah hampa. Ilmu, hati, dan jiwa yang bersinergi itulah yang memberikan makna. 2.6. Potensi Kecerdasan Setiap manusia dianugerahi potensi kecerdasan oleh Allah, tinggal bagaimana caranya agar potensi tersebut berkembang menjadi mengerti dan faham, kemudian bermanfaat bagi kehidupan pada waktu sekarang maupun waktu yang akan datang. Ia (Allah) memberi hikmah kepada siapa yang Ia berkenan. Dan barang siapa yang diberi-Nya hikmah, kepadanya telah diberikan kebaikan melimpah. Namun tiada yang mengambil peringatan, kecuali orang yang punya pikiran.(Q.S. 2 Surat Al baqarah ayat 269) Jadi untuk mengembangkan potensi kecerdasan agar berbuah keberhasilan adalah dengan melakukan usaha pembelajaran atau pelatihan, pembiasaan, dan penjiwaan kartakter yang baik dan tidak bertentangan dengan peraturan-peraturan yang berlaku di negaranya (Indonesia). Banyak orang berpikir bahwa hanya kecerdasan yang diukur dengan tes intelegensi dan menghasilkan IQ yang menentukan potensi kecerdasan. Barangkali untuk potensi intelektual masih tepat jika IQ menjadi menjadi criteria (patokan) utama, tetapi belum tentu untuk bakat seni, bakat kreatif produktif, dan bakat kepemimpinan. Memang dulu para ahli cenderung untuk mengidentifikasi potensi intelektual berdasarkan tes intelegensi semata-mata, dalam penelitian jangka panjangnya mengenai potensi menetapkan IQ 140 untuk membedakan antara yang berbakat dan tidak. Akan tetapi, akhir-akhir ini para ahli menyadari bahwa keberbakatan adalah sesuatu yang majemuk, artinya meliputi macam-macam ranah atau aspek, tidak hanya kecerdasan intelektual. Rakhmat (1985) memberikan gambaran ciri-ciri seseorang yang memiliki EQ tinggi : · Pandai mengelola diri · Mampu untuk memotivasi diri · Empati yang tinggi · Terampil dala berhubungan dengan orang lain Zohar da Marshall juga memberikan gambaran bagaimana tanda-tanda orang yang memiliki SQ tinggi, yaitu : · Kemampuan bersikap fleksibel (adaptif secara spontan dan aktif) · Tingkat kesadaran yang tinggi · Kemampuan menghadapi dan memanfaatkan penderitaan · Kemampuan untuk meghadapi dan melampaui rasa takut · Kualitas hidup yang di ilhami oleh visi dan nilai-nilai · Keengganan untuk menyebabkan kerugian yang tidak perlu · Kecenderungan untuk melihat keterkaitan antara berbagai hal · Kecenderungan nyata untuk bertanya : “mengapa ?” atau “bagaimana jika? “ untuk mencari jawaban yang mendasar · Pemimpin yang penuh pengabdian dan bertanggung jawab · Kemampuan menghayati keberadaan Tuhan · Memahami diri secara utuh dalam dimensi ruang dan waktu · Memahami hakekat dibalik realitas · Menemukan hakikat diri · Tidak terkungkug egosentrisme · Memiliki rasa cinta · Memiliki kepekaan bathin · Mencapai pengalaman spiritual: kesatuan segala wujud, mengalami realitas non-material (dunia gaib). 2.7. Cara Mengoptimalkan Potensi Kecerdasan agar Berbuah Kesuksesan Telah dijelaskan pada pembahasan sebelumnya bahwa IQ disimbolkan sebagai ilmu, EQ sebagai hati, dan SQ sebagai jiwa, sedangkan ketiganya merupakan satu kesatuan yaitu bentuk kecerdasan yang dimana telah dimiliki oleh setiap manusia, namun belum banyak yang bisa mengoptimalkannya sehingga bisa mencapai sebuah kesuksesan walaupun sebenarnya tidak ada manusia yang tidak ingin tidak mencapai kesuksesan dalam hidunya. Untuk itu diperlukan usaha agar bisa mengembangkan dan mengoptimalkan potensi kecerdasan yang ada pada diri kita dengan cara : · Belajar dengan giat (menuntut ilmu setinggi dan seluas mungkin, dari buayan sampai liang lahat) · Memahami kehidupan dengan baik (semakin banyak masalah dalam kehidupan, semakin bertambah pula pemahaman tentang kehidupan), belajar menguasai diri agar menjadi orang yang pandai dalam lingkungan keluarga dan ligkungan masyarakat · Berusaha selalu maksimal dalam melakukan setiap perbuatan baik dan tidak menunda-nundanya (Dari diri sendiri, dari hal yang paling kecil, dan dari sekarang) · Senantiasa bertawakal kepada Allah, penguasa alam semesta. BAB 3 PENUTUP 3.1. Kesimpulan Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan sebagai berikut : Ø Kecerdasan merupakan suatu kemampuan untuk memahami informasi yang membentuk pengetahuan dan kesadaran. Ø Ada tiga bentuk kecerdasan dalam diri manusia ; Kecerdasan Intelektual (IQ), Kecerdasan Emosi (EQ), dan Kecerdasan Spiritual (SQ). Ø Faktor-faktor yang mempengaruhi kecerdasan antara lain adalah biologis, lingkungan, budaya, bahasa, dan masalah etika. Ø Kecerdasan bukan satu-satunya elemen sebuah kesuksesan, namun tanpa kecerdasan, kesuksesan tidak akan pernah bisa dicapai. Dan yang lebih penting, kecerdasan yang dimaksud di sini adalah satu-kesatuan atau gabungan dari IQ, EQ, dan SQ. Bukan IQ, EQ, atau SQ. Ø Bentuk kecerdasan yang sangat mempengaruhi kesuksesan adalah bentuk kecerdasan yang lengkap, yaitu kecerdasan yang di dalamnya ada ilmu, hati, dan jiwa. Karena Ilmu tanpa hati adalah buta, sedangkan ilmu tanpa hati dan jiwa adalah hampa. Ilmu, hati, dan jiwa yang bersinergi itulah yang memberikan makna,yaitu EISQ Ø Potensi kecerdasan itu penting untuk diketahui, namun yang harus lebih kita ketahui lagi adalah bahwa Allah itu Maha Adil, setiap manusia telah dianugerahi kecerdasan yang cukup olehnya. Jadi bukan bingung yang harus kita lakukan, melainkan selalu maksimalkan diri dalam setiap perbuatan baik, dengan cara belajar dengan giat untuk semua mata kuliah misalnya. Ø cara mengoptimalkan kecerdasan agar berbuah kesuksesan yaitu ; dengan melakukan usaha pembelajaran atau pelatihan, pembiasaan, dan penjiwaan karakter yang baik dan tidak bertentangan dengan peraturan-peraturan yang berlaku. 3.2. Saran-saran Demikian telah kita ketahui dari uraian di atas bahwa betapa besar nikat yang Allah berikan kepada kita. Betapa kita merupakan makhluk ciptaan-Nya yang paling sempurna. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (Q.S. Ar-Rahman ayat 13) Oleh karena itu, pantaslah jika kita wujudkan rasa syukur kita dengan mengembangkan dan mengoptimalkan dengan usaha semaksimal mungkin agar kecerdasan yang kita miliki ini mendapat barokah dari Allah Subhanahu Wata’ala. Sedangkan itupun sangat berdampak baik pada diri kita sendiri dan orang lain sebagaimana yang telah dijelaskan pada pembahasan di atas tadi yaitu meraih kesuksesan yang halal (Sejahtera dan bahagia secara lahir dan bathin). Insya Allah..

if (!document.layers) document.write('

0 komentar:

Poskan Komentar

Komentarmu kebaikan kita semua.amiiin ^,^

 

W3C Validations

Cum sociis natoque penatibus et magnis dis parturient montes, nascetur ridiculus mus. Morbi dapibus dolor sit amet metus suscipit iaculis. Quisque at nulla eu elit adipiscing tempor.

Usage Policies